Senin, 21 September 2015

Ku ambil tas exportku di atas meja. Ku berangkan menuju ke kampus. Meski kuliahku jam 3 sore, aku hanya pingin donor darah di boulevard. Namun, aku terlambat untuk mendaftar. Sudah berakhir pendaftrannya mbak. Ya aku sedikit kesal mendengarnya. Udah capek, panas ke kampus malah udah selesai. Aku akhirnya ke fakultas hukum, yang sama-sama juga ada donor darah.Ku jalan sendiri ke fakultas hukum yang tak jauh tempatnya dari fisip. Langkah demi langkah akhirnya sampailah juga di fak hukum. Ku tak tahu dimana gedung A.  Gedung A, adalah tempat untuk para pendonor mendonorkan darahnya. Sambil ku menuju ke sana, aku Tanya sama mahasiswa di situ. Akhirnya ku menemukan juga tempatnya, setelah ku cari-cari dimana gedung A.  Wajarlah, aku bukanlah anak fak hukum. Ku daftar ke meja registrasi, namun yang terjadi malah aku belum bisa donor, sebab aku baru saja selesai suci dari menstruasi. Dan itu, juga belum ada lima hari setelah aku bersuci.Lagi-lagi, aku belum bisa donor. Ini adalah kesekian kalinya, aku di tolak untuk donor. Banyak faktor yang membuat aku tak bisa donor, dari hb kurang, tensi darah kurang, atau nggak pas lagi dapat.
Akhirnya, aku balik lagi ke fisip. Dan tiba di fisip, aku bertemu dengan dua temen kelasku. Yang pada waktu itu, mereka sedang mau akan membahas kkl, aku tak ikut kkl, jadi aku tidak pernah ikut membahas kkl di ruang teater. Meski mereka menyuruhku untuk masuk ke dalam, namun aku tidaklah mauu, sebab diriku tidak ada niatan untuk mengikuti kkl.Karena aku ada kuliah lagi jam tiga sore, aku putuskan untuk balik ke kosan saja. Panas terik matahari waktu itu, memang lagi panas-panasnya. Aku dengan santainya berjalan sendiri untuk pulang, seperti biasa aku jalan sendiri. Padahal jalan dari fisip ke kosan lumayan jauh, ya kalau di itung-itung untuk sampai di kosan butuh waktu 20 menit lah. Sebelum pulang ke kosan, ku mampir ke warung toko kelontong, untuk beli dua bungkus kopi dan es batu, itu semua kau beli untuk bikin es kopi.Akhirnya, sampailah juga ke kosan, ku naiki tangga menuju kamar temanku, karena dia ada blender di kamarnya. Ku bikin kopi itu dengannya.Enak rasanya minum es kopi bikinan sendiri, apalagi waktu itu panas banget, cocoklah kalau minum es kopi. Ku seduh minuman itu bersama dengan agar-agar bikinan temen sekamarku. Makanan itu membuat rasa capek dan lelah hilang rasanya.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar